
BERAGAMA MENGIKUTI TUNTUNAN SALAF Seorang muslim yang menginginkan kesalamatan hendaknya mengikuti apa2 yg telah di ajarkan dan di contohkan salafush shalih. Sebab, banyak orang dan kelompok menawarkan pemahaman agama dengan baju Islam, tetapi bukan pemahaman yang lurus. Mereka menawarkan pemahaman agama berdasarkan hawa nafsu mereka. Di antara mereka ada yang berusaha memahami agama hanya berdasarkan mengikuti orang yg di tokohkan. Sebagian lagi menawarkan agama dalam rangka mengikuti tradisi semata, mengikuti nenek moyangnya yang menyelisihi syari'at. Allah ta'ala berfirman, وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَآ أَنزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَآ أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ ءَابَآءَنَآ ۗ أَوَلَوْ كَانَ ءَابَآؤُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ شَيْـًٔا وَلَا يَهْتَدُونَ "Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?"." [QS. Al-Baqarah: Ayat 170] Sebagian mereka mengemas agamanya dengan warna akal. Segala sesuatu yg berasal dari agama mereka selaras dgn akal. Sesuatu yg tak sesuai akal di tolak, walaupun itu berasal dari hadist shahih. Akal di jadikan sebagai sandaran untuk menentukan sesuatu itu sah atau tidak. Padahal Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu mengatakan, لو كان الزين بالرأي لكان اسفل الخف أولي بالمسح من أعلاه "Seandainya agama itu dengan akal, maka mengusap khuaf lebih utama di usap bagian bawah dari pada (mengusap) bagian atasnya". [HR Abu Dawud] Maka dari pada itu mengikuti pemahaman salafush shalih dalam beragama menjadikan seorang muslim terbebas dari pemahaman yang berdasarkan hawa nafsu. Ia akan mengamalkan agamanya sesuai dgn tuntunan Allah ta'ala dan Rasul-Nya dengan pemahaman yg benar
0 Response to "BERAGAMA MENGIKUTI TUNTUNAN SALAF"
Post a Comment